*`*|| “Belum mau berjilbab?” ||*`*


♥ Beralasan belum siap berjilbab karena yang penting hatinya dulu diperbaiki?
Kami jawab, “Hati juga mesti baik. Lahiriah pun demikian. Karena iman itu mencangkup amalan hati , perkataan dan perbuatan. Ha
nya pemahaman keliru dari aliran Murji’ah yang menganggap iman itu cukup dengan amalan hati ditambah perkataan lisan tanpa mesti ditambah amalan lahiriah. Iman butuh realisasi dalam tindakan dan amalan.

♥ Beralasan belum siap berjilbab karena mengenakannya begitu gerah dan panas?
Kami jawab, “Lebih mending mana, panas di dunia karena melakukan ketaatan ataukah panas di neraka karena durhaka?” Coba direnungkan!

♥ Beralasan belum siap berjilbab karena banyak orang berjilbab malah suka menggunjing?
Kami jawab, “Ingat tidak bisa kita pukul ratabahwa setiap orang yang berjilbab seperti itu. Itu paling hanya segelintir orang yang demikian, namun tidak semua. Sehingga tidak bisa kita sebut setiap wanita yang berjilbab suka menggunjing.”

►Pria Idaman◄

aku takan pernah memilih cinta yg penuh airmata,tapi aku akan memilih cinta yg sederhana & apa ada nya...

Aku takan memilih laki"yang byk dipuja wanita,namun aku akan memilih pria yg dkt dg tuhan-Nya

aku takan memilih laki"yang pandai merangkai kalimat indah,tapi aku akan memilih laki"yang slalu menyelipkan namaku dalam doa,nya

tuhan,bantulah hamba untuk mempertahankan TAQWA...

Untuk menjaga hatiku,yg ckp brlabuh pd pria yang sangat mencintai-Mu

✽Bismillaahirrahmaanirrahiim✽

..Duhai ukhty✽

jangan bangga dengan kecantikanmu,

ingatlah ia hanya titipan dan tak kan abadi..

..Duhai ukhty✽

jangan bersedih bila engkau terlihat kurang cantik,

ingatlah engkau tetap cantik dengan akhlakmu..

Engkau melebihi cantiknya bidadari karena Kesholihahanmu..

✽Allah tidak menilai engkau dari cantiknya wajahmu ukhty,
Allah melihat engkau dari sisi ketaqwaanmu✽
so..
Tetap Bersyukur dengan titipan-Nya..

Semoga Bermanfaat,
Salam Santun✽


►Kecantikan Hati◄

Istri cantik yg sholeha
Penyejuk mata, penawar hati, penajam fikiran
Di rumah dia istri di jalanan kawan
Diwaktu kita buntu dia penunjuk jalan

Istri cerdik yg sholeha
Penyejuk mata, penawar hati, penajam fikiran
Di rumah dia istri di jalanan kawan
Diwaktu kita buntu dia penunjuk jalan

Pandangan dia kita meneguhkan
Menjadikan kita tetap pendirian
Dunia diberi tabah disimpan
Tak lupa dia mengingatkan

Nasihat kita dijadikan pakaian
Selalu indah ia betulkan
Menghibur diwaktu kesunyian
Merasa ramai bila bersamanya

Ia umpama tongkat Si Buta
Bila tiada satu kehilangan
Ia ibarat simpanan kalbu
Semoga kelak hidup diwariskan

@ Siapa yang mau jadi seperti itu?
^-^
semoga kita semua bisa
aamiiiiin

Kamu Masih Tulang Rusuk Ku

Karena Kamu Tulang Rusukku
Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.

Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka : Kamu dong?
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”

Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.

Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak
“Kamu nggak cinta lagi sama aku!” Raka sangat membenci ketidak dewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak,

“Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!” Tiba-tiba Dara menjadi terdiam ,

Berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar. Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. “Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing.”

Lima tahun berlalu. Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya.

Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara. Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.

Raka : Apa kabar?
Dara : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Raka : Belum.
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah.
Dara tersenyum manis, lalu berlalu.
“Good bye….”

Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.


CINTA ITU INDAH ASAL KITA BISA SABAR MENJAGA KESETIAAN DAN PENGERTIAN

Seperti APA ►cinta◄

Apakah telapak tangan mu berkeringat, jantung mu berdetak cepat, dan suaramu tercekat saat berada di dekatnya?

~ Itu bukan CINTA, itu SUKA.
♥ Apakah kamu tak bisa melepaskan pandangan atau genggaman dari dirinya?
~ Itu bukan CINTA, itu NAFSU.

♥ Apakah kamu menginginkan dia saat dia sedang tidak ada?

~ Itu bukan CINTA, itu KESEPIAN.

♥ Apakah kamu ada di sana karena itulah yang di inginkannya?

~ Itu bukan CINTA, itu KESETIAAN.

♥ Apakah kamu menerima pengakuan cintanya karena kamu tak ingin menyakitinya?

~ Itu bukan CINTA, itu KASIHAN.

♥ Apakah kamu ada di sana karena dia menggenggam tangan mu?

~ Itu bukan CINTA, itu KETERGANTUNGAN.

♥ Apakah kamu ingin memiliknya karena tatapan matanya membuat hati mu berdegup kencang?

~ Itu bukan CINTA, itu TERGILA-GILA.

♥ Apakah kamu memaafkan kesalahannya karena kamu peduli padanya?

~ Itu bukan CINTA, itu PERSAHABATAN.

♥ Apakah kamu mengatakan padanya setiap hari bahwa dialah satu-satunya orang yang kamu pikirkan?

~ Itu bukan CINTA, itu DUSTA.

♥ Apakah kamu ingin memberikan semua benda kesayangan mu untuknya?

~ Itu bukan CINTA, itu SIKAP DERMAWAN.

♪♫•*¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨*•♫♪♪♫•*¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨*•♫♪

♥ Apakah kamu tertarik pada orang lain, tapi tetap setia mendampinginya tanpa pernah menyesal?

~ Barulah itu CINTA.

♥ Apakah kamu menerima segala kesalahan dan kekurangannya karena itulah bagian dari dirinya?

~ Barulah itu CINTA.

♥ Apakah kamu menangis saat dia sedih meskipun dia kuat?

~ Barulah itu CINTA.

♥ Apakah kamu memaafkannya dan bersedia tetap bersamanya saat dia menyakiti?

~ Barulah itu CINTA.

♥ Apakah kamu tetap setia apapun yang terjadi, baik saat gembira
maupun sengsara?

~ Barulah itu CINTA.

♥ Apakah kamu bersedia memberikan hati mu, Episode Kehidupan mu, dan Suka dan Duka mu untuknya?

~ Ya, itulah CINTA.

♪♫•*¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨*•♫♪♪♫•*¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨*•♫♪

Sekarang, tarik perlahan nafas anda. Dan pejamkan mata anda. Bayangan siapa yg pertama kali muncul? Kemungkinan besar dialah orang yang anda CINTA :)

Semoga kita tidak salah dalam mengartikan CINTA.

♪♫•*¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨*•♫♪♪♫•*¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨*•♫♪

Anugerah Cinta


Tahukah engkau,sebenarnya hatiku
menolak ketika fitrah cinta datang menyapaku karena ku tahu bahwa dia bukanlah engkau,Maka dengan semampuku,ku berusaha menjaga hati ini,agar ia tetap tak tersentuh oleh selain hati yang bukan dirimu...

Karena bagiku,Untuk apa ku buka hati ini agar terisi dengan seseorang,bila suatu saat dia belum tentu menjadi pasanganku?

Untuk apa ku membuang waktu memikirkan seseorang,bila suatu saat dia belum tentu menjadi mahramku?

Untuk apa ku membiarkan pandanganku kepada seseorang,bila suatu saat dia belum tentu menjadi kekasih halalku?

Untuk apa ku membebaskan diriku untuk menyentuh seseorang,bila suatu saat nanti dia bukan dirimu yg kelak menjadi Imamku?