Sarmini..seoran g ibu dengan 2 anak "Arif Dan Mona"... tapi sayang, Arif tidak seberuntung Adiknya...
Dia cacat kaki dan Ucapannya gk berfungsi sehingga dia Hanya diam manis di rumah.. Sarmini yg selalu memanjakan anak bungsunya sama sekali,, tak menghiraukan si Cacat Arif...
Pernah Sarmini punya keinginan memberikan Arif ke pAda orang lain.., di halangi oleh suaminya.. 4 tahun Kemudian saat Arif berumur 6 tahun ayahnya meninggal...
Dan karena alasan mencari pekerjaan Sarmini pun pergi ke bali membawa mona dan membiarkan Arif sendirian di gubuk itu tanpa memperdulikanya lagi.. Karena dia berharap ada orang lain merasa iba dan mengasuhnya.. 6 tahun sudah,, Sarmini hidup di bali dan menikah dengan orang asing... tanpa Peduli dan ingin cari tau keadaan Arif.. Tapi..., Di tengah malam tiba2 Sarmini mimpi melihat anak laki2 meminta tolong dan memanggil "ibu,, tolong Arif bu.." Dan seketika Dia pun bangun tersentak dan menangis sejadi2nya ingat putra yg di tinggalkanya... Dengan Niat mencari si anak..
Sarmini pun pulang ke desa....
Tapi apa daya takdir telah mengambil
Arif 3 bulan yg lalu...
Dan tetangga itu mengatakan Arif tak mau keluar rumah walaupun untuk berobat, krn takut mamanya pulang tak mendapati dia rumah si ibu akan pergi lagi. Secarik kerTas pun di serahkan ke pada Sarmini dari tetangga itu..
Ibu.. ini Arif anakmu yg merindukan kehadiranmu..
Kenapa ibu gk pulang2, apa Arif nakal bu?
Apa karena Arif sering ngompol dan sering membuat ibu membersihkan kotoranku,, sehingga ibu meninggalkan Arif, kakiku gk bisa bergerak bu mulutku pun gak sanggup berucap untuk mengatakan kalau aku ingin ke Belakang pun bibir ini tak bisa mengeluarkan swara, Punya keinginan diriku melangkah sendiri, tp kaki ini gk sanggup melangkah ke kamar mandi,
Ibu tau itu, jangan membenciku ibu,,, Karena aku Tak berharap menjadi anak yg cacat krn penyakit polio ini. Sekarang Arif bisa merangkak sendiri untuk bisa ke kamar mandi..
Ibu cepat pulang ya.. Arif janji gak akan ngompol dan berak Lagi di tempat
tidur... Karena Arif sekarang sudah bisa merangkak... Arif juga belajar menulis dari anaknya
mbok nah yg tetangga kita itu.. Badanku panas bu malam ini..
Aku ingin di peluk ibu..
Terasa dingin banget,,
Bahagianya aku jika malam ini Tidur bersamamu, pasti terasa hangat..
Arif mau tidur bu..
Krn badan Arif megigil kedinginan.. Salam sayang untukmu..
Dari anakmu..
Sarmini pun meraung raung menyesali perbuatanya...
Tapi nasi sudah menjadi bubur, Arif pun sudah di kubur gara2 sakit demam..
Tanpa ada orang yg tau di saat dia menghembuskan nafaz terakhir. Secarik kertas itupun masih di genggam erat di tangan Arif...
Saat ajal menjemputnya.. tidak ada yg menghendaki ini semua...
Blog Subscription
Search this blog
Popular Posts
Chat
SENT MESSAGE
Calender
Cuteki cute ecards
Diberdayakan oleh Blogger.




0 komentar:
Posting Komentar